Kuala Lumpur (2-4 Maret 2012)

Ah.. kalenderku akhirnya memasuki bulan Maret 2012. Sudah cukup lama aku menunggu bulan ini. Bagaimana tidak, aku telah membeli tiket JKT-KL-JKT jauh-jauh hari (April 2011) untuk penerbangan bulan ini. Ah, sudah tak sabar rasanya.

Saat itu temanku, tiba-tiba mengirimkan msg BBM kpd ku. “Yo, itu air asia lagi ada promo gila2an 100Rb Jkt-KL-Jkt buat tanggal 2 Maret 2012 dan kembali 4 Maret 2012.” Tanpa ba-bi-bu aku langsung bilang BELI! haha.. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertamaku ke KL, dulu tahun 2006 aku pernah kesana bersama kedua org tuaku, kali ini aku mau bernostalgia disana.

KL…. papah is comiiiing……………….

Setelah melewati bagian imigrasi di bandara, tiba2 ada seorang bule yang menghampiriku dan berkata “&%*^**^%$#**^*((^$” Ntah apa yang dia bicarakan, yang aku tahu dia bertanya mengenai penerbangan menuju Singapore. Dengan gagap aku pun menjawab “yess yess.. u can go there sir,” sambil menunjuk tulisan singapore dan memberikan senyum manis.

Setelah delay selama 30 menit dan waktu tempuh selama beberapa jam, pesawatpun mendarat di KLIA-LCCT pukul 23.30 waktu Malaysia. Tapi, masih butuh 1 jam lagi untuk menuju ke KL Sentral dengan menggunakan aerobus (sekitar MYR 7). Dari KL Sentral karena hari sudah larut dan MRT sudah tidak beroperasi kami memutuskan utk naik taxi ke Bukit Bintang (MYR 20).

Kami menginap di Anjung KL Guesthouse, yang kami pesan melalui agoda.com (160rb/malam).. yah memang kamar kecil kamar mandi di luar, tetapi kami kesini bukan untuk tidur! Hehe.. Begitu sampai, kami langsung mencari makanan di sekitar guesthouse. Dapatlah sebuah restoran India. Aku memesan nasi lemak kambing dan tek tarik (MYR 8). Setelah makan, aku dan temanku berpisah.  Saya memutuskan utk mencari sim-card di 7-eleven (MYR 10) lalu akupun kembali menuju guesthouse.

anjung KL guesthouse (kamar saya yg jendela 4 bijik itu)

anjung KL guesthouse (kamar saya yg jendela 4 bijik itu)

Sesampainya di guesthouse, ternyata temanku belum datang.  Guesthouse ini cukup bersih, kamarnya sekitar 3×2 meter. Yang paling kusukai dari kamar ini adalah pemandangan luar jendela yang langsung tertuju ke jalanan depan (kamarku berada di lantai 2), tapi sayangnya posisi AC di kamar ini tepat langsung menuju ke arah kasur,  jadinya ininnn.. ininnn aneettt… brrr… #abaikan

Di malam ini, ada sebuah tragedi yang mungkin tak akan kulupa dlm hidupku (cieh lebay). Saat itu aku mengganti sim-card m3ku dengan sim-card lokal Malaysia. Begitu Dakocan menyala, terdapat tulisan “Wiped Data? Yes or No?” Karena dalam hati kecilku berkata “Wiped data, hmm mungkin semacam refresh data gt kali yah..” Akhirnya aku pun menekan Yes! dan…… Yes!!!! seluruh contact phonebook dan BBM ku terhapus semua.. Aku galau semalaman!

Paginya, jam 8 kami sama-sama baru bangun. Yap, jam 8! Sudah kuduga sebelumnya hoho..

Akhirnya jam 9 pagi kami baru keluar guesthouse, mencari sarapan di Jalan Alor Bukit Bintang. Setelah sarapan, perjalanan kami lanjutkan ke Stasiun Monorail Bukit Bintang. Untuk ke Genting, kami harus ke Terminal Titiwangsa terlebih dahulu dengan menggunakan monorail  (MYR 2.1). Dari Stasiun menuju Terminal Titiwangsa, ada jembatan penyebrangan seperti jembatan penyebrangan penyambung antar koridor busway di Jakarta. Hanya saja sekali lagi jembatan penyebrangan di Malaysia lebih rapi dan menggunakan eskalator. Bukannya saya membangga2kan Malaysia, tetapi memang transportasi disana lebih nyaman, murah dan mudah dijangkau untuk org2 yang awam seperti saya.

Kami sampai di titiwangsa sekitar pukul 10:15. Bis ke Genting dari Titiwangsa diberangkatkan setiap 30 menit (MYR 5.5). Ternyata tiket bis jam 10:30 dan 11:00 sudah ludessss dess dess.. Akhirnya kami memutuskan utk membeli tiket bis yang berangkat jam 11:30 (yaeyalah, mau gmn lagi..). Sambil menunggu jam 11:30 kami-pun berjalan-jalan disekitar Terminal Titiwangsa dan tidak lupa foto2 juga dong hohoo..

terminal titiwangsa

terminal titiwangsa

Perjalanan dari Titiwangsa ke Gentingg memakan waktu 1,5 jam. Selama di bis saya langsung memasang headset dan membuat video clip,  tetapi mungkin karena mendengarkan suara saya sendiri yang merdu, saya tertidur pules hingga akhirnya sampai di Gentiing. Kami turun di Terminal Genting di depan Hotel First World. Huah.. udaranya segar sekali… Benar-benar dingin dan masih berkabut.

terminal di genting

terminal di genting

Kami berjalan-jalan di dalam Mall Genting, tiap menemukan spot bagus kami berhenti untuk berfoto2. Menurutku genting hampir sama dengan mall-mall di Jakarta. Hanya saja, disini banyak sekali wahana permainan. Wahana permainan outdoornya hampir sama dengan Dufan, tetapi permaianan-permainanya ga kalah seru walaupun saya hanya melihatnya dari kejauhan.

wahana permainan indoor

wahana permainan indoor di genting

wahana permainan outdoor di genting

wahana permainan outdoor di genting

Setelah itu, kami memutuskan untuk pergi ke Kuil Chin Swee yang masih berada dalam kawasan Genting Highlands. Untuk ke sana, disediakan bis yang akan berangkat setiap 1 jam sekali gratisss! Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya 10 menit. Begitu masuk pintu masuk Kuil terlihatlah Patung Buddha Raksasa yang seakan-akan menyambut kedatangan kami.

patung buddha raksasa

patung buddha raksasa

Begitu naik lift dalam hati saya berkata “Wah, kuil ini mempunyai 10 tingkat, tinggi sekali..” Kami pun menuju ke lantai paling bawah terlebih dahulu (tempat pemberhentian bis berada di sekitar lantai 8). Di lantai dasar terdapat tempat sembahyang dan beberapa patung raksasa dengan  pemandangannya yang indah seperti yang ada di komik Kung Fu Boy dengan Kuil Dairinnya. Di lantai dasar ini juga terdapat ukiran-ukiran kayu khas china dan kolam yang penuh dengan ratusan kura-kura mulai dari yang kecil sampai yang gede.

kuil chin swee

kuil chin swee

Puas di lantai dasar, kami pergi ke lantai tertinggi. Begitu keluar lift, pemandangan tak biasa langsung menyergap mataku. Serba putih, kabut menyelimuti, hujan rintik2 membasahi, dan udara segar menyapa indera perasaku. Sungguh luar biasa! Di lantai tertinggi ini terdapat bangunan-bangunan khas China patung-patung orang China yang sedang menari, dan pastinya disinilah tempat patung budhha raksasa yang pertama kali terlihat dr pintu masuk tadi. Di Chin Swee juga terdapat supermarket. Dan karena lapar, kami menyempatkan diri membeli roti dan air mineral. Aku juga membeli sendal jepit (MYR20, mahal euy!) dan jg membeli beberapa postcard disini.

sandal jepit mahal unyu yang dibeli di supermarket chin swee

sandal jepit mahal unyu yang dibeli di supermarket chin swee

Kami kembali menuju area mall genting highland dengan menggunakan bis yg sama. Sesampainya di sana, kami mencari wahana Kereta Gantung Genting Skyway yang konon merupakan wisata kereta gantung yang terpanjang di Asia Tenggara dan yang tercepat di DUNIA. Hanya dengan 5 ringgit saja kita sudah diajak melihat pemandangan indah. Kereta gantung ini berjalan selama 20 menit di atas ketinggan sekitar 2000 dpl! WAW! Di akhir perjalanan kami disuguhi pemandangan indah pula di Genting Skyway Resort, sebuah tempat yang dilengkapi dengan restoran, taman hiburan, pertokoan, hotel dan kasino. Di sini juga ada Terminal bis sehingga tidak perlu kembali ke Terminal Genting yang di depan Hotel First World.

kereta gantung genting

kereta gantung genting

Tujuan kami selanjutnya adalah BATU CAVES. Untuk menuju ke sana, kami harus ke KL Sentral dulu dengan menggunakan bis (MYR 4.3) yang ditempuh selama 1,5 jam. Dari KL Sentral, kami menggunakan MRT yang berada di platform lantai paling bawah dengan harga tiket hanya 1 ringgit saja. Stasiun Batu Caves terletak di paling ujung dari jalur ini, ditempuh selama 30 menit untuk sampe ke sana. Untuk masuk ke tempat wisata ini, kita tidak mengeluarkan kocek sedikit-pun alias gratis..ya FREE!! (suka bgt deh yg free2 gt) .

Yah paling kalian udah taulah apa icon-nya Batu Caves. yup benar (ngomong sama tembok), Patung raksasa berwarna kuning menjadi icon dari Batu Caves. Di samping patung tersebut terdapat 272 buah anak tangga untuk menuju ke Gua yang banyak monyetnya (kamu yg mbaca jgn ngerasa dipanggil yah :D) Karena saya sudah pernah mencapai Gua di atas tersebut saya tidak mau lagi menuju kesana. Selain saya sudah capek..saya males dikejar2 si monyet..iya iya saya tau saya ganteng nyet!

itu patung kuning icon Batu Caves

itu patung kuning icon Batu Caves

Suasana di BatuCaves serasa sedang di India..disini banyak org India berkumpul dan melakukan sembahyang..kami ingin mencicipi makanan khas india d restoran yg ada di sekitar Batu Caves. Akupun memesan Roti Cane dan lagi-lagi Teh Tarik..Roti Cane ini tidak lebih enak dibandingkan surabi Indonesia🙂

makan roti canai dan teh tarik di restoran india

makan roti canai dan teh tarik di restoran india

Perut kenyang, kamipun kembali ke GuestHouse…..