sekelumit cerita

Banyak orang yang bilang saya ini introvert, susah membuka diri dengan orang lain, cuek, nggak peka, “lurus”, bahkan ada yang menilai saya psycho. Ya menurut saya, penilaian orang itu sah-sah saja.

Tapi tetap yang paling tahu tentang saya adalah diri saya..

Saya orangnya memang cuek tapi bukan berarti tidak peduli apalagi tidak peka. Menurut saya pribadi, saya adalah orang yang pemalu sehingga tidak dapat memulai suatu perbincangan dengan lawan bicara. Hal tersebut membuat saya sedikit canggung berbicara dengan orang lain, apalagi jika berbicara di depan khalayak umum.

Seorang teman yang menurut saya seorang yang cerdas, memberikan saran kepada saya. Begini katanya:

“Hidupmu harus seimbang. Kamu boleh penyendiri, tapi kamu juga harus bersosialisasi. 50:50 lah..”

Lalu dia bercerita ttg dirinya. “Aku kalau sedang berkumpul, aku memaksa diriku sendiri untuk memulai pembicaraan dengan org lain, walaupun pada awalnya aku tidak yakin dia bakal menerima obrolanku. Tapi ternyata dia senang denganku, sampai sekarang juga masih kontak-kontakan. Memang membutuhkan energi yang besar untuk itu, tapi manisnya akan terasa kemudian..”

Dia juga berpesan:

“Hilangkan rasa khawatir mu yang berlebihan ttg perasaan tak enak apabila sedang berbicara dengan org lain. Tunjukan rasa antusiasmu, mulai obrolan dari yang ringan misalnya: “Haloo nama saya Ario, saya dari Malang. Kamu siapa? dll..” Orang tersebut nantinya akan menganggapmu asik dengan sendirinya.”

Dia pun melanjutkan petuahnya, “Kalo aku sedang sendiri, aku akan menikmati kesendirian tersebut dengan mendengarkan musik atau apapun lah. Dan apabila sedang sendiri, jangan sekali-sekali merasa sepi dan kosong. Kamu bisa mengisi waktumu dengan membaca buku, menulis, menghubungi org tua, saudara dan teman-temanmu melalui BBM, atau malah mungkin kamu bisa berkhayal bagaimana kamu akan mewujudkan mimpi2mu.”

“Kamu pasti bisa, apabila kamu mau memaksakan diri kamu untuk bisa..